Minggu, 30 Juni 2013

Bulu Tangkis


        Orang hanya mengenal nama badminton dari nama sebuah rumah (kalau menurut ukuran Indonesia lebih tepat bisa disebut istana) di kawasan Gloucestershire, sekitar 200 km sebelah barat London, Inggris. Nama istana tersebut adalah “Badminton House”, milik Duke of Beaufort. Keluarga Duke of Beaufort sangat gemar memainkan olahraga yg dikenal sebagai badminton. Namun, Duke of Beaufort bukanlah penemu permainan tersebut. Permainan ini disebut badminton karena permainan ini menyebar dan mulai dikenal orang dari Badminton House.
          Badminton bukan berasal dari Inggris. Bukti-bukti sejarah justru menunjukkan bahwa di India pertama kali peraturan permainanolahraga ini ditulis sekitar tahun 1870-an.
        Nama Sali permainan ini adalah Battledore, namun tidak ada keterangan pasti mengapa kemudian nama olahraga tersebut berubah menjadi badminton.Battledore  adalah permainan dua orang yang mempertahankan “bola” selama mungkin di udara dengan cara memukul “bola” ke depan (forehand) atau ke balakang (backhand).
        Asal mula permainan Battledore menggunakanshuttlecock (di Indonesia lebih dikenal dengan nama kok) sendiri juga menyisakan tanda tanya besar. Pada awalnya orang menggunakan penepak dari kayu (bet). Dua orang berhadapan menepak kok selama mungkin. Permaian seperti ini sudah dilakukan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun yang lalu di India, Jepang, Thailand, Yunani, dan China. Khusu untuk China, permainan inidimainkanlebih banyak dengan kaki. Sebuah permainan lain yang hampir sama adalahfeatherball. Permainan tersebut menggunakan bola dari kulit ayam yang lunak. Permainan ini dimainkan di Denmark, jerman, Perancis, dan Swedia.
        Dayatarik bulu tangkis adalah bila kok diukul ke atas makasaat jatuh (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Tentang bagaimana awalnya bulu-bulu bisa menancap ke kepala kok juga merupakan misteri yang belum terjawab. Ada yang berpendapat, asal mula kok adalah pada suatu ketika seseorang duduk melamun di depan meja tulis, tanpa disengaja, dia mengambil tutup botol yang terbuat dari gabus, lalu menancap-nancapkan pena, yang ketika itu terbuat dari bulu unggas. Setelah beberapa pena ditancapkan maka jadilah bentuk sederhana sebuah kok.
        Abad ke-19 permainan itu menyebar luas di kawasan pinggiran kota-kota Inggris, terutama di daerah dengan rumah-rumah besar yang dilengkapi halaman yang luas, seperti Badminton House. Keluarga Sommerset yang telah tinggal di rumah itu sejak zaman Charles II kemudian mendapat anugerah gelar sebagai Duke of Beaufort. Di Badminton House masih tersimpan koleksi peralatan permainan battledore dan shuttlecokc-nya. Kok pada abad ke-19 duakali lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan kok sekarang. Panjang raket atau battledore-nya sekitar setengah meter dengan kepala berbentuk bulat tanpa senar. Kayu penutup itu ditutup kertas kulit sehingga saat seseorang memukul kok menimbulkan bunyi seperti orang memuul tambur.
        Tahun 1840-an dan 1850-an keluarga Duke of Beaufort VII paling sering memainkan olahraga ini. Anak-anak Duke, tujuh laki-laki dan empat perempuan, yang gemar bermain badminton lama-lama bosan dengan permainan yang itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali antara pintu dan perapian, lalu mereka bermain dengan menyebrangkan kok melewati tali tersebut. Itulah awal dari kemunculan net. Akhir tahun 1850-an permainan baru tersebut mulai dikenal publik.
        Ada pula cerita dari Sir George Thomas, seorang pemain dan organisator bulu tangkis yang telah berkecimpung di dunia bulu tangkis selama 70 tahun. Dia menyebutkan tahun 1863-1868 sebagai perkiraan awal badminton. Dia mengatakan awal badminton adalah pada suatu pesta hujan turun dan orang-orang berusaha mencari suatu kegembiraan baru dari permainan battledore yang biasa. Salah seorang peserta pesta memiliki gagasan cemerlang. “Ia merentangkan tali melintas ruangan dan menyingkirkan semua mainan anak-anak, dan inilah badminton pada bentuknya yang paling awal terwujud. Terbukti, hal itu sesuai dengan selera pesta itu dan kemudian menjadi hiburan yang biasa diselenggarakan di rumah itu….dan rumah itu betapapun dipercaya sebagai asa permainan itu” kata tokoh yang kemudian menyumbangkan piala untuk diperebutkan bagi kejuaraan beregu putra, Piala Thomas. Meskipun demikian, melalui olahraga Duke-lah permainan ini mulai diperkenalkan pada masyarakat.
        Menurut versi lain, India adalah negara asal badminton. Hal ini tertulis dalam sebuah naskah tentang peraturan Laws Tennis, Croquets, etc yang terbit tahun 1883. di salah satu bagian yang terdiri dari 10 halaman, pengarang menyebut badminton sebagai ‘tenis lapangan yang dimainkan dengan menggunakan shuttlecock bukan bola’. Dalam pembukaan ia menulis sejarah singkat permainan badminton dalam empat paragraf kecil ‘badminton pertama kali dimainkan; saya percaya di India diperkenalkan ke Inggris oleh Duke of Beaufort musim panas tahun 1874’. Namun, siapa yng menulis naskah tersebut juga tidak diketahui secara pasti.
        Encyclopedia Britannica edisi tahun 1911 menulis tentang badminton:”Permainan ini tampaknya muncul di Inggris sekitar tahun 1873, tetapi sebelum itu dimainkan di India, yang saat iu masih populer.”
        Ada cerita perwira-perwira Inggris yang bertugas di India memainkan permainan yang sejenis dengan badminton, yang dikenal dengan nama Poona. Karena sangat menyukai permainan tersebut, mereka membawa pulang ke Inggris lengkap dengan peralatannya. Beberapa perwira ini diundang Duke of Beaufort untuk memainkannya di Badminton House. Dari situ lalu dikenalkan dengan masyarakat luas. Fakta tentang hal ini pun kurang lengkap, sehingga tidak bisa dikatakan benar-benar terjadi. Tapi secara umum dapat dikatakan bahwa, baik para perwira atau pegawai Inggris yang ke Indian maupun ke Duke of Beaufort dan para tamunya yang sering berkunjung ke Badminton House berperan besar dalam pengembangan olahraga yang satu ini.
        Badminton sendiri berkembang pesat di India dan menjadi olahraga favorit di luar gedung. Banyak orang yang gemar permainan ini sampai hari Minggu pun orang lupa untuk pergi ke gereja demi bermain badminton, yang biasa disebut ‘Sunday Badminton’. Badminton dimainkan di Madras, Bombay, dan Calcutta. Peraturan pertama dikenal do Poona tahun 1873, meskipun permainan itu sendiri hanya berfungsi sebagai sarana pergaulan dan belum ada kompetisi.
        Orang-orang Inggris yang pulang ke Inggris kemudian lebih serus memainkan badminton. Mereka antara lain S.S.C. Dolby, J.H.E. Hart, Bagned Wild, dan G.W. Vidal yang kemudian berangsur-angsur menyususn peraturan permainannya. Klub-klub pun muncul tahun 1893 mereka bersepakat membentuk Persatuan Badminton Inggris (Badminton Association of England) dalam suatu pertemuan di Southsea, Hampshire. Tahun 1898 diselenggarakan turnamen terbuka pertama, khusus ganda di Guilford. Tahun inilah untuk pertama kali badminton memasuki era kompetisi. Setahun kemudian dilangsungkan kejuaraan All England. Kejuaraan ini untuk pertama kali hanya berlangsung satu hari tanggal 4 April 1899 dengan bertempat di London-Scottish Drill Hall di Buckingham Gate, London. Peraturan lengkap serta bentuk lapangan baru disusun tahun 1901.
        Sebelum PD I badminton memasuki masa emasnya. Majalah Badminton Gazette terbit, tujuannya agar berita-berita badminton mendapat tempat yang lebih luas, tidak sepeti sebelumnya yang hanya menjadi berita kecil di majalah tenis, The Field. Kejuaraan All England sendiri terus berlangsung dan hanya sempat terhenti tahun 1915-1919 karena PD I dan 1930-1946 karena PD II.
        Tahun 1907, badminton mulai menyebar ke negara jajahan Inggris, seperti Afrika Selatan, Kanada, dan bahkan Kepulauan Falklands (Kepulauan Malvinas) dan New York. Meski tahun 1908 berdiri klub badminton di Hamburg, Jerman, namun perkembangan di daerah Eropa memang tidak subur. Tahun 1920-anbadminton menyebar ke Eropa Utara, Amerika Utara, dan Asian. Tahun-tahun itulah badminton masuk Malaya (sekarang Malaysia dan Singapura) dan Indonesia. Di Eropa, Denmark memberi warna tersendiri pada olahraga ini. Negara Skandinavia ini menjadikan badminton sebagai salah satu olahraga musim dingin dengan membuat fasilitas yang bagus dengan membuat lapangan di  dalam gedung. Dalam sepuluh tahun, Denmark telah mengahasilkan juara All England. Pelopor juara badminton di negeri iyu adalah Hans dan Alksel Hansen. Keduanya berkeliling negarauntuk mempopulerkan badminton dan bahkan kemudian ikut menyebarkan badminton ke Norwegia dan Swedia.
        Badminton mulai menyebar di British Columbia tahun 1914 dan tahun 1920-an menyebar ke berbagai kota di kanada. Tahun 1921 Kanada menyebarkan kejuaraan badminton pertama. Badminton juga menyebar ke Amerika Serikat, dari New York danpai Hollywood. Fil Good Badminton sempat dibuat untuk mengenalkan olahraga ini. Tahun 1905, badminton mulai menarik banyak perhatian masyarakat Amerika. Seri dunia yang mempertemukan Jack Purcell dari Kanda dan Jess Willard dari Amerika Serikat diselenggarakan pada tahun yang sama. Sekitar 3000penonton memadati gedung di Seattle, dengan Purcell menang 15-7, 15-6, 15-9 dalam pertandinga the best of five matchpenggemar permainan inipun makin banyak, tercatat di seluruh Amerika terdapat 20.000 pemain dan hal ini memungkinkan didirikannya pabrik kok sendiri. tahun 1936 berdiri American Badminton Assiciation. Kejuaraan pertama diselenggarakan tahun berikutnya.
        Selanjutnya, setelah organisasi bulu tangkis dunia, International badminton Federation (IBF) dan Worl Badminton Federation (WBF) didirikan, bulu tangkis menjadi benar-benar berkembang menjadi salah satu olahraga yang dimainkan di seluruh penjuru dunia.
Tentang Bulu Tangkis
A. Peralatan dan Perlengkapan
1.   Lapangan
Lapangan bulu tangkis membutuhkan ruang seluas kira-kira 12 x 20 meter. Bisa di tempat terbuka ataupun di dalam ruangan. Tentu sja lapangan tempat terbuka akan menemui kemdala jika angin berhembus kencang. Sedangkan di ruang tertutup, atap bangunannya paling tidak lebih dari delapan meter supaya laju shuttlecokc yang dimainkan supaya tidak terganggu.
Pada umumnyalapangan bulu tangkis di kampung-kampung dibuat di atas tanah semen cor. Di gedung olahraga biasanya lapangan bulu tangkis berupa semen yang dilapisi kayu lantai. Untuk taraf internasional, lapangan badminton menggunakan karpet yang terbuat dari karet keras yang sifatnya elastis.
Lapangan bulu tangkis mempunyai ukuran 6,1 x 13,4 meter, yang dibagi dalam bidang-bidang, masing-masing dua sisi berlawanan. Wilayah servis untuk tunggal mempunyai lebar 5,18 meter dan panjang 13,4 meter. Wilayah servis untuk ganda berukuran lebar 6,10 meter dan panjang 11,8. garis servis pendek berukuran 1,98 meter dari jaring. Kotak servis kiri dan kanan dipisahkan dengan garis di tengahnya.


2.   Net
Bulu tangkis tidak bisa dimainkan tanpa adanya net atau jaring. Net ini berdiri di tengah-tengah lapangan badminton dengan tinggi kurang lebih 155 cm. net merupakan pembatas bidang permainan antara pemain dengan lawannya. Tinggi net sama untuk semua jenis permainan, baik tunggal maupun ganda, putra atau putri. Tiang yang digunakan untuk mengikat net haruslah kukuh supaya net yang dibentangkan tidak akan turun bila net dikencangkan. Tinggi net di tenga-tengah haruslah 152 cm dari permukaan lapangan.
3.   Raket
Pada awalnya raket terbuat dari kayu.selanjutnya, raket menggunakan bahan aluminium atau besiringan. Sekarang hampir semua raket bulu tangkis menggunakan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Biasanya, semakin mahal harga sebuah raket maka semakin ringan dan kuat raket tersebut. Raket biasanya dibungkus dalam tas raket yang dapat memuat sampai kira-kira enam buah raket.
Bagian penting dari sebuah raket adalah senar. Senar (stringa) tersebut dipasang pada kepala raket. Senar terbuat dari tali plastik sintetis. Senar yang baik adalah senar yang bisa dipasang kencang tapi tidak mudah putus, agar raket dapat memantulkan kok yang dipukul dengan cepat. Ada senar yang tebal dan senar yang tipis, namun keawetan secara umum bervariasi sesuai dengan bahan penggunaan raket.
4.   Shuttlecock
Secara umum, ada dua jenis shuttlecock; shuttlecock sintetis dan shuttlecock bulu. Tapi ada perkembangannya shuttlecock bululah yang lebih dikenal orang. Benda yang di Indonesia lazim disebut dengan “kok” ini biasanya terbuat dari bulu angsa buatan pabrik. Menurut IBF, berat kok sekitar 5,67 gram dengan bulu angsa yang menancap di gabus yang dibungkus kulit berwarna putih berjumlah antara 14-16 buah, dan diikat dua tali agar tidak mudah lepas. Jenis inilah yang selalu dipakai untuk kejuaraan resmi. Jenis kok sintesis biasanya hanya digunakan dalam latihan saja.
Sebuah kok dianggap bagus apabila dipukul dengan raket dengan tangan di bawah pinggang akan meluncur dengan lurus di udara, tanap gerakan melenceng ke kiri atau kanan. Para pemain bulu tangkis sering mencoba kok dengan memukul keuang di balik netnya.
5.   Sepatu dan Pakaian
Perlengkapan utama pemain bulu tangkis adalah baju, celana, dan sepatu. Perlengkapan seperti kain tangan, akat kepala, pengaman lutut adalah perlengkapan tambahan yang tidak harus ada.
Sepatu bulutangkis harus ringan , namun cukup mencengkeram lantai. Untuk itu, sepetu bulu tangkis membutuhkan sol karet dan dinding sepatu yang bertulang agar lebih tahan lama. Hal ini penting karena frekuensi gerakan maju dan mundur di dalam pertandingan bulu tangkis dapat berlangsung tinggi dan dalam tempo cepat.
Kaus kaki sebaiknya memiliki daya serap keringat yang tinggi dan agak tebal supaya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya lecet atau iritasi kulit akibat pergesekan kulit dengan sepatu.
Kaos dan celana bulu tangkis biasanya berupa baju polo (polo shirt) dan celana pendek yang sejuk dan mampu menyerap keringat dengan cepat. Kadang-kadang seorang pemain bulu tangkis menggunakan ikat pergelangan tangan.
B. Peraturan Permainan
        Bulu tangkis adalah olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasang (untuk ganda) yang saling berlawanan. Secara sederhana, permainan bulu tangkis adalah upaya memasukkan kok ke bidang permainan lawan, tanpa bisa dikembalikan. Pemain dapat mengusahakan hal tersebut dengan menempatkan kok ke bidang yang tidak dijaga lawan, atau mengembalikan kok dengan cepat (smes), sehingga tidak sempat dikejar lawan.
1.   Penentuan Sisi Lapangan
Penentuan sisi lapangan biasanya dilakukan dengan undian uang logam oleh wasit. Pemenang undian boleh memilih lapangan dan melakukan servis pertama kali. Untuk pertandingan ganda, setelah undian hanya satu orang yang melakukan servis dan setelah dia gagal mandapat angka maka servis pun berpindah ke lawan.
2.   Perolehan Angka
Dulu, angka hanya diperoleh si pelaku servis. Jadi, bila dia gagal maka servis berpindah. Sekarang, setelah peraturan berubah, perolehan angka dalam bulu tangkis menggunakan sisten rally point, seperti tenis meja dan bola voli. Angka kemenangan adalah 21, dengan deuce pada angka 20 sama.
3.   Servis
Prinsip dasar melakukan servis adalah kepala raket tidak boleh lebih tinggi daripada pinggang, kok dipegang, dan kaki tidak bergerak mendahului gerakan memukul kok. Permainan servis mengalamifault (salah) bila bergerak sebelum lawan melakukan servis
4.   Bola Mati
Kok menjadi mati bila dipukul dua kali, gagal melewati net, mandarat di luar garis lapangan. Sebab lain bola mati adalah bila raket melewati atas net atau menyentuh net dan kaki pemain melewati batas garis bidang.
5.   Wasit
Dalam pertandingan resmi, pertandingan bulu tangkis dipimpin oleh seorang wasit (umpire). Wasit tersebut duduk di sebuah kursi setinggi net yang bearada di sisi lapangan di antara dua bidang permainan. Wasit tersebut dibantu oleh seorang hakim servis (service judge) dan sepuluh hakim garis (linesmen).

Sepak Takraw 2


Ukuran Lapangan Sepak Takraw. Anda seorang yang gemar bermain sepak takraw, berikut ini akan dijelaskan mengenai sejarah, ukuran lapangan, jumlah pemain dan peraturan dalam bermain sepak takraw buat anda.
Permainan sepaktakraw sangat digemari masyarakat di beberapa daerah Indonesia antara lain di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Khususnya di Sulawesi Selatan, sepak raga disebut meraga/Maddaga dalam bahasa Bugis yang diambil dari kata siraga-raga yang berarti saling menghibur.

Permainan sepakraga dapat dimainkan kapan saja sebagai pengisi waktu luang. Juga merupakan salah satu acara yang senantiasa diadakan untuk upacara-upacara resmi kerajaan, misalnya pelantikan seorang raja, memeriahkan suatu pesta keramaian keluarga, pesta panen, atraksi untuk menyambut tamu-tamu agung.

Dilihat dari latar sosial budaya, permainan ini termasuk jenis permainan rakyat, perpaduan unsur olahraga dan seni yang pasti yang memainkannya dibutuhkan kecekatan dan kelincahan. Kalau si pemain dapat melakukan dengan mahir, maka menimbulkan suasana senang dan gembira baik yang memainkan maupun yang menyaksikan.

Sepakraga dijadikan sebagia proses komunikasi antara remaja, baik ikut langsung bermain maupun hanya sebagai penonton. Namun permainan ini sifatnya juga penuh persaingan, karena masing-masing pemain berusaha lebih unggul dari yang lain. Ia akan mempertontonkan kebolehan melakukan variasi atau akrobat yang dapat menimbulkan pesona.

Meskipun sudah ada sejak dulu kala, tapi permainan sepaktakraw resmi berkembang di Indonesia tahun 1970. Bermula dari kunjungan muhibah Singapura dan Malaysia yang memperkenalkan permainan sepak raga maka tidak sulit dikembangkan di Indonesia, berdasarkan instruksi Depdikbud tahun 1970, untuk mengembangkan permainan sepaktakraw, di Sulsel, Sumut, Sumbar dan Riau.

Tahun 1971 berdiri secara resmi induk organisasi olahraga dengan nama Perserasi, mempunyai empat anggota, yaitu Pengda Sumut, pengda Sumbar, Pengda Riau, dan Pengda Sulsel. Kemudian sejak itu perkembangan sepaktakraw semakin pesat. Dari empat Pengda tumbuh menjadi 14 Pengda pada tahun 1980 bertepatan dengan diselenggarakannya Kejurnas ke-3. Dua tahun kemudian, di seluruh daerah tingkat I sudah berdiri Perserasi. Tapi sayang, perkembangan pesat belum dibarengi dengan peningkatan prestasi di arena pertandingan internasinal.

Bentuk Permainan Sepak Takraw

Suatu permainan dilakukan di atas lapangan yang rata persegi empat panjang, terbuka atau tertutup ang tidak dihalangi oleh suatu benda apapun.

Lapangan ini dibatasi oleh jaring (net). Bola yang dipakai ialah bola terbuat dari rotan yang dianyam bulat seperti bola (bola seperti yang dipergunakan dalam permainan sepak raga). Pada permainan ini mempergunakan terutama kaki dan juga boleh dengan kepala. Bola dimainkan dengan mengembalikannya melewati jaring. Permainannya terdiri dari dua pihak yang berhadapan, maisng-masing terdiri dari 3 (tiga) orang. Tujuan dari setiap pihak/regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah.

Ukuran Lapangan Sepak Takraw

Gambar lapangan sepak takraw
Lapangan Sepak Takraw

Panjang = 13,42 meter dan lebar = 6,10 meter

Garis batas : garis (lines) diberi tanda dengan menggunakan tali, kayu atau ditandai kapur yang lebarnya + 5 cm

Lingkaran tengah : Di tengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan permulaan (service). Garis menengah lingkaran 61 cm.

Garis seperempat lingkaran : Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengna jari-jari 90 cm.
Tiang dan Jaring (net) Sepak Takraw

Tiang : Dua buah tiang didirikan di tengah-tengah kedua garis samping di sebelah luar dengan jarak 30,5 cm dari samping. Tinggi tiang 5 kaki 1 inchi (1,55 m).

Jaring (net) : Jaring dibuat dari bahan yang biasa untuk itu (benang kasar/tali) atau dengan nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat oelh tali yan g diikatkan pada kedua ring. Tinggi jaring 1,55 m dari tanah/lantai.

Bola Sepak Takraw

Bola dibuat dari rotan yang selapis, dianyam bentuk bulat seperti bola. Terdiri dari 9 sampai dengan 11 anyaman dan mempunyai 12 lubang. Lingkaran bola 41 sampai 43 cm.

Peraturan Pemain Sepak Takraw

a. Permainan ini dimainkan oleh dua regu yang masing-masing pihak terdiri dari 3 (tiga) orang.
b. Satu orang dari tiga pemain ini berdiri di belakang yang dinamakan "TEKONG".
c. Dua orang lagi ialah pemain depan, seorang di kiri dan seorang di kanan. Pemain yang di sebelah kiri
dinamakan APIT KIRI dan yang di sebelah kanan dinamakan APIT KANAN.
d. Istirahat bisa diberikan selama 5 menit sebelum games (set) terakhir dimulai
e. Tiap-tiap regu akan bertukar pada set ke-2 dan pada set ke-3 (rubber set) pertukaran tempat dilakukan
setelah diperoleh 8 angka oleh satu pihak.

Petunjuk untuk wasit Sepak Takraw

Wasit dapat meningkatkan mutu dari permainan sepaktakraw ini jika ia memimpin dengan penuh semangat dan disiplin. Sebelum permainan dimulai, wasit terlebih dahulu hendaklah :

a. Memeriksa lapangan, garis (lines), jaring (net), bola dan keadannya.
b. Memberikan petunjuk secara singkat kepada penjaga garis (lines man).
c. Menetapkan regu mana yang pertama melakukan service (sepakan permulaan)
d. Memperkenalkan regu yang akan bermain dan pemain-pemainnya.
e. Mengumumkan regu yang pertama melakukan sepakan permulaan (service)
f. Mulai permainan :

Sebelum angka 0-0 diumumkan, Wasit hendaklah :

1. Mengawasi regu yang menerima service
- Ketiga-tiganya berada di dalam lapangan
- Tidak membelakangi regu yang melakukan service

2. Mengawasi regu yang melakukan sepakan permulaan (service)
- Ketiga-tiganya berada di dalam lapangan
- Kedua kaki pemain apit kanan/apit kiri dalam seperempat lingkaran, kecuali Tekong sebelah
kakinya (kanan/kiri) di dalam lingkaran.
- Tidak menginjak garis manapun juga (walaupun seorang)
- Tempat pemain tidak bertukar
- APIT tidak mengangkat kakinya sewaktu melambungkan bola atau Tekong sewaktu melakukanTendangan Awal Sepak Takraw
- Menyepak bola sepakan permulaan
- Menyerukan perkataan berikut jika regu yang melakukan service mati
* Kandas : pindah bola
* Keluar (out) : atau pindah
- Menyerukan perkataan "Batal" jika kedua regu (walaupun seorang dalam permainan)
* Mengapit atau menahan bola
* Meningjak garis tengah
* Menyentuh jaring
* Memainkan bola lebih dari tiga kali berturut-turut
* Bola kena tangan (bawah bahu hingga jari)
* Menggertak, melakukan gerakan-gerakan menghadang atau berjalan-jalan (service)
* Memegang tiang jaring atau bangku wasit
* Masuk ke lapangan lawan
* Menahan kawannya dari menyentuh jaring, tiang jaring bahu wasit atau garis tengah
- Mengumumkan angka sebelum service dilakukan
- Mengumumkan perkataan berikut ini jika terjadi tambahan angka (menanyakan kepada regu
yang menunggu angka 13 atau 14).
* Angka 13 sama tambahan angka 5
* Angka 14 sama tambahan angka
- Angka 14,16,17... bola akhir
- Game terakhir... Tukar tempat (angka 8 pertama)
- Mengumumkan kemenangan sesuatu regu
- Menang WO.

Pakaian Pemain Sepak Takraw

Pemain-pemain harus berpakaian olahraga dengan teratur dan memakai sepatu karet
Undian (Toss)

Sebelum suatu permainan dimulai, wasit melakukan undian dengan mempergunakan uang logam (toss of coin) untuk memilih bola atau tempat.

Wasit dan penjaga garis (lines man)

Permainan di pimpin oleh seorang wasit dan seorang pembantu wasit (wasit II) dengan dibantu oleh 6 orang penjaga garis yang duduk di 4 penjuru lapangan.

Aturan Awal Permainan Sepak Takraw

Regu yang memilih bola yang pertama memulai permainan selanjutnya pemenang game (set) pertama memulai permainan set kedua.

Cara-cara melakukan sepakan permulaan (service)

a. Tekong (Server) itu hendaklah sebelah kakinya berada dalam lingkaran
b. Pelambung bola haruslah berdiri dalam lingkaran penjuru di bagian tengah lapangan
c. Pemain yang seorang lagi haruslah berada di dalam lingkaran penjuru lainnya
d. Regu yang menerima service boleh berdiri di mana saja di dalam lapangannya
e. Jika pada waktu service bola menyentuh jaring dan masuk ke dalam lapangan lawan di anggap sah.

Kesalahan, pelanggaran (faults) dan Angka Mati dalam Sepak Takraw

Kesalahan pelanggaran (Faults) Sepak Takraw :

a. Untuk regu yang melakukan service :

- Tekong tidak menyepak bola pada lambungan pertama
- Tekong tidak meletakan sebelah kakinya dalam lingkaran sewaktu melakukan service
- Kedua kaki pelambung bola dan pemain depan lainnya (Apit kiri/Apit kanan) tidak berada di dalam
garis seperempat lingkaran ; kecuali tekong sebelah kakinya (kiri/kanan) berada di dalam lingkaran
- Apit kiri/Apit kanan mengangkat kaki sewaktu melambungkan bola atau tekong sewaktu sepakan
permulaan (service)
- Menginjak garis (walaupun seorang)
- Berada di luar lingkaran
- Tempat pemain-pemain bertukar

b. Untuk regu yang menerima service :

- Berada di luar lapangan
- Berjalan, menggertak, mengejek dengan tujuan mengganggu pihak lawan

Mati bagi regu yang melakukan service :

- Bola menyangkut jaring dan tidak masuk ke lapangan lawan
- Bola menyentuh jaring dan tidak masuk lapangan lawan, jatuh di luar lapangan
- Bola ke luar lapangan
- Tidak dapat membuat points

c. Kedua regu dalam permainan :

- Menginjak garis tengah
- Bola jatuh di dalam lapangan sendiri atau di luar lapangan
- Bola menyentuh jaring dan tidak masuk lapangan lawan
- Bola mengenai tangan atau lengan
- Mengepit bola
- Memegang jaring atau tiang jaring
- Memainkan bola lebih dari 3 kali berturu-turut
- Memasuki lapangan lawan
- Menahan kawan dari menyentuh jaring, tiang jaring, bangku wasit

Angka Mati (Point) Sepak Takraw

- Angka kemenangan untuk satu adalah 15 point

- Jika kedua regu mendapat 13 atau 14 angka sama, wasit meneruskan pertandingan setelah berunding dengan regu yang menerima service untuk ditambah 5 angka 13 sama dan 3 angka untuk 14 sama (seperti dalam permainan bulutangkis)

- Jika kedua regu sama-sama memenangi satu game maka diteruskan dengan game terakhir (rubber set). Pemenang games (set) ke-3 adalah pemenang pertandingan itu.

Sepak Takraw 1


A.    Sejarah Permainan Sepaktakraw

Sepaktakraw adalah permainan 
sepak raga yang telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah permianan yang kompetitif. Sepak raga sebagai dasar permainan sepaktakraw adalah olahragapermainan tradisional Indonesia dimainkan oleh 6 – 7 orang secara melingkar.

Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan pada periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.

Pemerintah dalam hal ini Ditjen 
Olahraga yang dipimpin oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal sepak raga. Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PERSERASI) dengan Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar, dan pada tangal 6-8 Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24 PEMDA.

Pada periode tahun 1987 salah satu putusan Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru yaitu Ir. H. Marjoeni. Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya sebutan “Sepak raga” menjadi “Sepaktakraw”.



Sejak berkembangnya media cetak dan elektronika, kegiatan 
olahraga sepaktakraw menjadi suatu perhatian yang serius. Kaum tua mulai mengenang kembali pola sepak raga yang pernah ditekuninya. Di beberapa kabupaten di Propinsi NTB mulai mencoba bermain sekalipun dengan peralatan yang sangat sederhana.

Memperhatikan kenyataan tersebut, Koni Propinsi NTB mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan Penataran Pelatihan pada tanggal 22 April 1983 sampai tangal 2  Mei 1983 dengan peserta 20 orang dari jajaran Kanwil Depdikbud propinsi NTB, yaitu para guru olahraga dan tenaga keolahragaan fungsional.

Penanggung jawab 
kurikulum penataran tersebut adalah Drs. A Hamidsyah Nur dari Universitas 11 Maret Surakarta, dan sebagai penanggung jawab tekhnis persepak-takrawan baik teori maupun praktiknya adalah Drs. Alwi Cae dari Ujung Pandang (pelatih nasional team sepaktakrawIndonesia).

Penutupan penatara tersebut bertepatan dengan Hardiknas 1983, maka pada upacara tersebut secara simbolis ke 20 tenaga hasil penataran tersebut diserahkan kepada Kepala Kanwil Depdikcut Propinsi NTB guna dibina dan dikembangkan lebih lanjut.

Hasil penataran tersebut merupakan embrio penggerak untuk pembibitan. Selanjutnya dilaksanakan penataran pelatih untuk pulau Lombok bertempat di SKB Selong dan untuk pulau Sumbawa bertempat di SKB Alas dengan jumlah peserta masing-masing 23 orang. Dengan adanya pelatih tersebut ke 7 SKB di NTB dalam kegiatan rutinnya antara lain mencantumkan latihan pembina sepaktakraw guna diterapkan dalam program desa binaan.

Memperhatikan jumlah club baik club putra maupun club wanita serta persaingan yang ketat maka persepaktakrawan NTB mempunyai masa depan yang cukup cerah. Telbih lagi dengan adanya
kelas olahraga di SMP di setiap Kabupaten se NTB, dengan sendirinya kurikulum olahraga sepaktakraw segera diterapkan.
B.    Pengertian Sepaktakraw

Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti 
bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992). Jadi sepaktakraw adalah sepak raga yang telah dimodifikasikan untuk menjadikannya sebagai suatu permainan yang kompetitif. Sedangkan menurut ahli lain mengatakan sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain (Sanafiah, 1992).
C.    Peraturan Permainan Sepaktakraw

1.    Lapangan
·                     Lapangan Sepaktakraw seukuran dengan lapangan Badminton yaitu : 13,40 m x 6,10 m
·                     Sepaktakraw dapat dimainkan dalam gedung atau diluar gedung (apabila dimainkan didalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).
·                     Keempat isi lapangan ditandai dengan cet atau lakban yang lebarnya          4 cm, diukur dari pinggir sebelah luar.
·                     Areal bebas minimal 3 m dari garis luar lapangan bebas dari rintangan
·                     Centre cirle yaitu garis tengah dengan lebar 2 cm.
·                     Quarter circle yaitu garis seperempat lingkaran  dipojok garis tengah radius 90 cm diikur dari garis sebelah dalam.
·                     The service circle adalah lingkaran service dengan radius 30 cm berada ditengah lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran  kegaris tengah (Centre Line) 4,25m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05m dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan.

2.    Ukuran Tiang Net
·                     Putra: Tinggi net 1,55m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah.
·                     Putri: Tinggi net 1,45m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah.
·                     Kedudukan tiang 30cm diluar garis pinggir

3.    Jaring atau Net
·                     Net terbuat dari tali atau benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
·                     Lebar net 70 cm dengan panjang 6,10 m.

4.    Bola Takraw
Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan, dengan ukuran :
·                     Lingkaran 42-44 cm untuk putra dan 43-45 cm untuk putri.
·                     Berat adalah 170-180 gr untuk putra dan 150-160 untuk putri.

5.    Pemain-pemain
·                     Permainan ini dimainkan oleh 2 (dua) “Regu” masing-masing regu terdiri dari 3 (tiga) orang pemain dan disetiap regu dilengkapi oleh 1 (satu) orang pemain cadangan.
·                     1 (satu) dari tiga pemain diposisi belakang disebut back atau “Tekong” sebagai penyepak mula untuk memulai permainan.
·                     Dua orang berada didepan yang berada pada sebelah kiri tekong  disebut “Apit kiri” dan yang berada pada sebelah kanan tekong  disebut “Apit kanan”.


6.    Kesalahan-kesalahan
a.    Kesalahan Pihak Penyepak Bola
·                     Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
·                     Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
·                     Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran servis.
·                     Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
·                     Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
·                     Bola jatuh diluar lapangan.
·                     Bola tidak melewati net.

b.    Kesalahan Pihak Penerima Service
Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).
c.    Kesalahan kedua Pihak
·                     Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
·                     Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
·                     Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
·                     Memainkan bola lebih dari tiga kali.
·                     Bola mengenai tangan.
·                     Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
·                     Bola mengenai loteng atau pembetas lainnya.

7.    Sistem perhitungan angka
·                     Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
·                     Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
·                     Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
·                     Apabila masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
·                     Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin
·                     Pergantian pemain
1.    Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
2.    Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
3.    Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakukan pergantian pemain kali.
4.    Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.

8.    Posisi pemain pada saat service
·                     Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
·                     Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service.
·                     Kedua apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
·                     Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.

9.    Official (petugas pertandingan)
Sutu pertandingan harus dipimpin technikal sebagai berikut :
·                     2 orang Technical Delegotate
·                     6 orang juri (dewan hakim)
·                     1 orang Official Refree
·                     2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
·                     6 orang penjaga garis samping dan belakang

10.    Pinalty (hukuman)
Pemain yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari wasit apabila :
·                     Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan yang diambil.
·                     Menghubungi wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil.
·                     Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
·                     Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras.
·                     Berkelakuan tidak sopan selama permainan.

11.    Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
1.1.    Kartu Kuning
Sebagai tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib seperti yang diatas.
1.2.    Kartu Merah
·                     Apabila pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama.
·                     Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.
·                     Menggunakan kata-kata kotor atau mencaci maki.

D.    Rangka Dan Tungkai
1.    Rangka
Rangka adalah seluruh tulang-tulang pada manusia yang terbentuk oleh ± 200 b uah tulang yang membentuk tubuh yang disebut  rangka. Jadi rangka merupakan alat gerak pasif pada manusia. Kegunaan rangka pada manusi :
·                     Memberikan bentuk pada tubuh
·                     Melindungi alat-alat tubuh yang lunak atau vital seperti paru-paru, otak, alat percernaan dan lain-lain.
·                     Tempat melekatnya otot-otot dan urat.
·                     Untuk mengokohkan tubuh.

2.    Tungkai
Tungkai merupakan tulang-tulang anggota gerak bawah, tulang tungkai terdiri dari beberapa tulang kering yaitu : tulang betis, tulang tempurung lutut, empat belas tulang pergelangan kaki (masing-masing 7 bauah), sepuluh tulang telapak kaki dan dua puluh delapan ruas jari kaki (masing-masing jari 3 ruas kecuali ibu jari kaki 2 ruas).

E.    Ketetapan Sasaran Servis
Ketetapan sasaran berarti benar atau tepat pada yang diuji atau sasaran dan servis adalah suatu teknik penyajian bola pertama untuk mengawali suatu permainan sesudah wasit menyatakan pertandingan sudah dimulai, jadi yang dim aksud dengan ketetapan sasaran servis pada 
penelitianini adalah sasaran servis yang dilakukan secara akurat atau benar terhadap sasaran yang telah dibuat untuk pengambilan sample pada siswa putra kelas VIII Putra SLTP 3 Narmada.


F. Gambar Lapangan Sepak Takraw


Gambar lapangan Sepaktakraw untuk tes servis

Keterangan :

A.    : Lingkaran untuk melakukan sepak mula (servis) oleh tekong
B.    : Lingkaran untuk apit kanan
C.    : Lingkaran untuk apit kiri
D.    : Kolom nilai ketepatan sasaran servis

Pada gambar di atas adalah proses evaluasi hasil tes siswa karena membutuhkan data yang akurat dan obyektif, dalam proses pembelajaran tes dan pengukuran merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan, tes merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data dari suatu objek yang akan teliti.

Jedi tes adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan atau mengetahui sesuatu yang akan diteliti dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan Suharsimi (1995:51)