Nama : Andi Ramadhana .B
Nim : 1247141027
Kelas : C.7.1
Tugas : Pendidikan Jasmani dan Rekreasi
Soal dan
Jawaban:
1.
Mengapa
konsep dasar Pendidikan Jasmani erat
kaitannya dengan Pendidikan Rekreasi dan Pendidikan Kesehatan?
Jawab:
Karena Penjas pada umumnya
merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk
mencapai tujuan pendidikan dan terbentuknya gaya hidup aktif sepanjang hayat
untuk mencapai kesehatan. Tujuan pendidikan yang diinginkan diharapkan bersifat
menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan mental.
Begitu dekat pula tujuannnya untuk pembinaan kesehatan dan kesadaran tentang
lingkungan hidup. Selain itu, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi
penggunaan berharga dan waktu luang. Dalam pandangan ini,aktivitas diseleksi
oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa,
sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi
adalah aktivifitas yang menyehatkan pada
aspek fisik, mental, dan sosial.
2.
Jelaskan
keterkaitan antara Penjas dan Olahraga Prestasi?
Jawab:
Pendidikan Jasmani
merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Sehingga,
Pendidikan Jasmani memiliki arti yang cukup representif dalam mengembangkan
manusia dalam persiapannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
Pendidikan Jasmani dan
Olahraga adalah Labolatorium bagi pengalaman manusia. Karena dalam Pendidikan
Jasmani menyediakan kesempatan untuk memperlihatkan mengembangkan karakter.
Pengajaran etika dalam Penjas biasanya dengan contoh atau perilaku, pengajar
tidak baik berkata kepada muridnya untuk memperlakukan orang lain secara adil
kalau dia tidak memperlakukan muridnya secara adil.
3.
Pendidikan
Jasmani di sekolah memiliki sasaran
tujuan pada 3 Ranah. Sebutkan dan jelaskan mengenai Ranah tersebut!
Jawab:
a.
Aspek Kognisi/Kognitif, disinilah diharapkan
siswa mampu mengetahui tentang pendidikan yang diberikan. Apabila sebelumnya
siswa tidak mengetahui pelajaran Bulu
Tangkis, misalnya dengan pendidikan jasmani diharapkan siswa menjadi tahu
apa itu “Bulu Tangkis”.
b.
Aspek Afektif, diharapkan siswa
bukan hanya mengetahui, tetapi selanjutnya dapat memahami mengapa siswa perlu
melakukan olahraga atau mengapa Bulu
Tangkis itu perlu dilakukan dengan cara yang benar.
c.
Aspek Psikomotorik, yaitu diharapkan
siswa dapat melakukan gerakan-gerakan yang dicontohkan pengajar, karena hal
yang paling utama di dalam pendidikan jasmani harus saling efektif, kognitif,
dan psikomotorik juga sangat penting dimiliki oleh siswa karena berhubungan
dengan berat tubuh.
TERIMA
KASIH…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar