Minggu, 30 Juni 2013

Tugas : Pendidikan Jasmani dan Rekreasi


Nama  : Andi Ramadhana .B
Nim     : 1247141027
Kelas   : C.7.1
Tugas  : Pendidikan Jasmani dan Rekreasi


Soal dan Jawaban:

1.      Mengapa konsep dasar Pendidikan Jasmani erat kaitannya dengan Pendidikan Rekreasi dan Pendidikan Kesehatan?
Jawab:
Karena Penjas pada umumnya merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan terbentuknya gaya hidup aktif sepanjang hayat untuk mencapai kesehatan. Tujuan pendidikan yang diinginkan diharapkan bersifat menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan mental. Begitu dekat pula tujuannnya untuk pembinaan kesehatan dan kesadaran tentang lingkungan hidup. Selain itu, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi penggunaan berharga dan waktu luang. Dalam pandangan ini,aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivifitas yang menyehatkan pada  aspek fisik, mental, dan sosial.

2.      Jelaskan keterkaitan antara Penjas dan Olahraga Prestasi?
Jawab:
Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Sehingga, Pendidikan Jasmani memiliki arti yang cukup representif dalam mengembangkan manusia dalam persiapannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
Pendidikan Jasmani dan Olahraga adalah Labolatorium bagi pengalaman manusia. Karena dalam Pendidikan Jasmani menyediakan kesempatan untuk memperlihatkan mengembangkan karakter. Pengajaran etika dalam Penjas biasanya dengan contoh atau perilaku, pengajar tidak baik berkata kepada muridnya untuk memperlakukan orang lain secara adil kalau dia tidak memperlakukan muridnya secara adil.

3.      Pendidikan Jasmani di sekolah memiliki sasaran tujuan pada 3 Ranah. Sebutkan dan jelaskan mengenai Ranah tersebut!
Jawab:
a.       Aspek Kognisi/Kognitif, disinilah diharapkan siswa mampu mengetahui tentang pendidikan yang diberikan. Apabila sebelumnya siswa tidak mengetahui pelajaran Bulu Tangkis, misalnya dengan pendidikan jasmani diharapkan siswa menjadi tahu apa itu “Bulu Tangkis”.
b.      Aspek Afektif, diharapkan siswa bukan hanya mengetahui, tetapi selanjutnya dapat memahami mengapa siswa perlu melakukan olahraga atau mengapa Bulu Tangkis itu perlu dilakukan dengan cara yang benar.
c.       Aspek Psikomotorik, yaitu diharapkan siswa dapat melakukan gerakan-gerakan yang dicontohkan pengajar, karena hal yang paling utama di dalam pendidikan jasmani harus saling efektif, kognitif, dan psikomotorik juga sangat penting dimiliki oleh siswa karena berhubungan dengan berat tubuh.




TERIMA KASIH…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar