BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Makan
Merupakan Suatu Hal Yang Menjadi Kebutuhan Pokok Bagi Kita. Kita Tidak Mungkin
Dapat Menunda Kebutuhan Yang Satu Ini. Tanpa Makan Kita Tidak Akan Dapat
Bertahan Hidup. Dalam Mengkonsumsi Makanan Harus Sesuai Dengan Prosedur Yaitu
Mencakup 4 Sehat 5 Sempurna Dan Juga Harus Sesuai Dengan Pola Makan Yang Sehat.
Namun Banyak Diantara Kita Yang Belum Mengetahui Tentang Pola Makan Yang Sehat,
Baik Itu Berupa Jenis Makanan, Waktu Makan, Dll Sehingga Banyak Sekali Orang
Yang Terserang Penyakit Gara-Gara Salah Dalam Mengkonsumsi Makanan Dan Pola
Makan Yang Tidak Benar Karenan Banyak Penyakit Yang Kita Derita Berawal Dari
Kesalahan Pola Makan. Penyakit Yang Rata-Rata Mereka Derita Ada Yang Mulai Dari
Penyakit Ringan Hingga Penyakit Yang Berat Sehingga Bisa Menyebabkan Kematian.
Melihat Kenyataan Yang Demikian Maka
Dengan Disusunnya Karya Tulis Ini Diharapkan Bisa Menambah Wawasan Bagi Kita
Semua Tentang Pola Makan Yang Sehat Dan Juga Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan
Yang Ada Pada Benak Kita Tentang Cara Pola Makan Yang Sehat Sebab Dengan
Mengetahui Pola Makan Yang Benar Itu Berarti Secara Tidak Langsung Kita Merawat
Tubuh Kita Untuk Tetap Sehat Sehingga Terhindar Dari Bermacam-Macam Penyakit.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Pengaruh
makanan bagi tubuh
2.
Pertumbuhan
jaringan tubuh
3.
Mengatur
proses tubuh
C.
MANFAAT
1.
Mahasiswa
dapat mengetahui Pengaruh
makanan bagi tubuh
2.
Mahasiswa
dapat mengetahui Pertumbuhan
jaringan tubuh
3.
Mahasiswa
dapat mengetahui Mengatur
proses tubuh
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengaruh
makanan bagi tubuh
1.
Memberi Energi
Zat-zat
gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk
melakukan kegiatan/aktivitas. Ketiga zat gizi termasuk ikatan organik yang
mengandung karbon yang dapat dibakar. Ketiga zat gizi terdapat dalam jumlah
paling banyak dalam bahan pangan. Dalam fungsi sebagai zat pemberi energi,
ketiga zat gizi tersebut dinamakan zat pembakar.
a.
Karbohidrat
Karbohidrat
memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi
manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Semua karbohidrat berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Melalui proses fotosintesis klorofil tanaman dengan bantuan
sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbon dioksida (CO2)
berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat yang
dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Di samping itu dihasilkan
oksigen (O2) yang lepas di udara.
Produk
yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut dalam air
dan mudah diangkut keseluruh sel-sel guna penyediaan energi. Sebagian dari gula
sederhana ini kemudian mengalami polimerasi dan membentuk polisakarida. Ada dua
jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan non pati.
Di
negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi makanan berasal dari
karbohidrat. Menurut Neraca Bahan Makanan 1990 yang dikeluarkan oleh Badan
Pusat Statistik, di Indonesia energi berasal dari karbohidrat merupakan 72%
jumlah energi rata-rata sehari yang dikonsumsi oleh penduduk. Di negara-negara
maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat, angka ini lebih rendah, yaitu
rata-rata 50%. Nilai energi karbohidrat adalah 4 kkal per gram.
Karbohidrat
yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu karbohidrat
sederhana yang terdiri dari monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan
oligosakaradi dan karbohidrat kompleks yang terdiri dari polisakarida dan
serat.
Karbohidrat mempunyai banyak fungsi,
yaitu :
·
Sumber energi, fungsi utama
karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh.
·
Pemberi rasa manis pada makanan,
karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya monosakarida dan
disakarida. Frukotosa adalah gula paling manis.
·
Penghemat protein, bila karbohidrat
makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
energi, dengan mengalahkan fungsi umumnya sebagai zat pembangun.
·
Pengatur metabolisme lemak,
karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna.
·
Membantu pengeluran feses,
karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara peristaltik usus dan memberi
bentuk pada feses.
b. Lipida
Istilah
lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk lemak dan minyak yang umum
di kenal di dalam makanan, malam, fosfolipida, sterol, dan ikatan lain sejenis
yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia. Lipida mempunyai sifat yang
sama, yaitu larut dalam pelarut nonpolar, seperti etanol, eter, kloroform, dan
benzema.
Lemak mempunyai fungsi sebagai
berikut:
·
Sumber energi, lemak dan minyak
merupakan sumber utama energi paling padat, yang menghasilkan 9 kkal untuk tiap
gram.
·
Sumber asam lemak esensial, lemak
merupakan sumber asam lemak esensial asam linoleat dan linolenat.
·
Alat angkut vitamin larut lemak,
lemak membantu transportasi dan absorpsi vitamin lemak yaitu A, D, E, dan K.
·
Menghemat protein, lemak
menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak
digunakan sebagai sumber energi.
·
Memberi rasa kenyang dan
kelezatan, lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan
lambung, sehingga lemak memberi rasa kenyang yang lebih lama.
·
Sebagai pelumas, lemak merupakan
pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.
·
Memelihara suhu tubuh, lapisan lemak
di bawah kulit mengisolasi tubuh dan mencegah kehilangan panas tubuh secara
cepat.
·
Pelindung organ tubuh, lapisan lemak
menyelubungi organ-organ tubuh.
Klasifikasi
yang penting dalam ilmu gizi menurut komposisi kimia dapat dilakukan sebagai
berikut:
a. Lipida sederhana
·
Lemak netral
Monogliserida, digliserida, dan trigliserida (ester asam
lemak dengan gliserol).
·
Ester asam lemak dengan alkohol
berbentuk molekul tinggi
Malam,
ester sterol, ester nonsterol, dan ester vitamin A serta ester vitamin D.
b.
Lipida majemuk (compound lipids)
·
Fosfolipid
·
Lipoprotein
c. Lipida turunan
·
Asam lemak
·
Sterol
·
Kolesterol dan ergosterol
·
Hormon steroida
·
Vitamin D
·
Garam empedu
d.
Lain-lain:
·
Karotenoid dan vitamin A
·
Vitamin E
·
Vitamin K
c.
Protein
Istilah
protein berasal dari kata Yunani proteos, yang berarti yang utama atau yang
didahulukan. Kata ini diperkenalkan oleh seorang ahli kimia Belanda, Gerardus
ulder (1802-1880), karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat yang paling
penting dalam setiap organisme.
Protein
adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah
air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separonya ada di dalam otot,
seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan
selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon,
pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagainya adalah
protein. Di samping itu asam amino yang berbentuk protein bertindak sebagai
prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekuk-molekul
yang esensial untuk kehidupan.
Protein
mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu
membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Fungsi lain dari protein
adalah sebagai berikut:
·
Pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan tubuh
·
Pembentukan ikatan-ikatan esensial
tubuh
·
Mengatur keseimbangan air
·
Memelihara netralisasi tubuh
·
Pembentukan antibodi
·
Mengangkut zat-zat gizi
·
Sumber energi
Protein
adalah makro molekul yang mempunyai berat molekul antara lain lima ribu hingga
beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino, yang
terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas
unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen; beberapa asam amino di
samping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, sulfur, iodium, dan kobalt.
Unsur nitrogen adalah unsur utama protein, karena terdapat di dalam semua
protein akan tetapi tidak terdapat di dalam karbohidrat dan lemak. Unsur
nitrogen merupakan 16% dari berat protein.
Molekul
protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul
dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya. Berat molekul
protein bisa mencapai empat puluh juta; bandingkan dengan berat molekul glukosa
yang besarnya 180. Jenis protein sangat banyak, mungkin sampai 1010-1012.
Ini dapat dibayangkan bila diketahui bahwa protein terdiri atas sekian
kombinasi berbagai jenis dan jumlah asam amino. Ada dua puluh jenis asam amino
yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amino esensial
(asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan)
dan sebelas asam amino nonesensial.
Kekurangan
protein banyak terdapat pada masyarakat sosial ekonomi rendah. Kekurangan
protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anak-anak dibawah
lima tahun (balita). Kekurangan protein sering ditemukan secara bersamaan
dengan kekurangan energi yang menyebabkan kondisi yang dinamakan marasmus.
Sindroma gabungan antara dua jenis kekurangan ini dinamakan Energi-Protein
Malnutrition/EPM atau kurang energi-protein/KEP atau kurang kalori protein/KKP.
Sindroma ini merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia.
B.
Pertumbuhan
jaringan tubuh
Protein,
mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan
untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak.
Dalam fungsi ini ketiga zat gizi tersebut dinamakan zat pembangun.
C.
Mengatur
proses tubuh
Protein,
mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses tubuh. Protein
mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya
memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme
yang bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi,
fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi di dalam
tubuh termasuk proses menua. Air diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di
dalam tubuh, seperti di dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, dan mengatur
suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain proses
tubuh. Dalam fungsi mengatur proses tubuh ini, protein, mineral, air, dan
vitamin dinamakan zat pengatur
Dalam
melaksanakan fungsinya di dalam tubuh, zat-zat gizi saling berhubungan erat
sekali, sehingga terdapat saling ketergantungan. Gangguan atau hambatan pada
metabolisme sesuatu zat gizi akan memberikan pula gangguan atau hambatan pada
metabolisme zat gizi lainnya
1.
Vitamin
Funk dalam bukunya The Etiology of Deficiency Disease yang
diterbitkan pada tahun 1912 mengusulkan nama vitamine untuk faktor-faktor zat
aktif tersebut. Vita berarti esensial untuk untuk kehidupan, sedangkan faktor
anti beri-beri yang diduga berperan tersebut adalah suatu ikatan amine. Pada
tahun 1920 istilah vitamine diganti menjadi vitamin karena zat-zat antifaktor
tersebut ternyata tidak selalu dalam bentuk ikatan amine. Usul perubahan nama
ini datang dari Drummond, yang juga mengusulkan pemberian nomenklatur menurut
abjad. Penemuan vitamin A oleh McCollum dan Davis pada tahun 1913 menandakan
era vitamin dalam penelitian gizi. Vitamin kemudian diakui sebagai zat gizi
yang esensial untuk kehidupan dan kesehatan, yang mudah diperoleh dari susunan
makanan yang bervariasi (Almatsier, 2001).
Vitamin diberi nama menurut abjad (A, B, C, D, E, dan K).
Vitamin B ternyata terdiri dari beberapa unsur vitamin. Penelitian-penelitian
kemudian membedakan vitamin dalam dua kelompok; (1) vitamin larut dalam lemak
(vitamin A, D, E, dan K) dan (2) vitamin larut dalam air (vitamin B dan C).
a.
Vitamin Larut Lemak
·
Vitamin A
Vitamin
A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas, vitamin A
merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin
A karotenoid yang mempunyai aktivitas biologi sebagai retinol.
Sumber
vitamin A adalah hati, kuning telur, dan mentega. Sumber lainnya yaitu sayuran
berwarna hijau tua dan buah-buahan yang berwana kuning-jingga, seperti daun
singkong, daun kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, wortel, tomat,
jagung kuning, pepaya, mangga, nangka masak, dan jeruk. Gejala-gejala mata pada
defisit vitamin A disebut xeroftalmia.
·
Vitamin D
Vitamin
D mencegah dan menyembuhkan riketsia, yaitu penyakit di mana tulang tidak mampu
melakukan klasifikasi. Vitamin D dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar
matahari. Bila tubuh mendapat cukup sinar matahari konsumsi vitamin D melalui
makanan tidak dibutuhkan. Karena dapat disintesis di dalam tubuh, vitamin D
dapat dikatakan bukan vitamin, tapi suatu prohormon. Bila tubuh tidak mendapat
cukup sinar matahari, vitamin D perlu dipenuhi melalui makanan.
Bahan
makanan yang kaya akan vitamin D ialah susu. Defisit vitamin D memberikan
penyakit rakhitis (rickets) atau disebut pula penyakit Inggris karena mula-mula
banyak terdapat dan dipelajari di negara Inggris.
·
Vitamin E
Berbagai
biji-bijian merupakan sumber kaya vitamin E. Khususnya biji yang sudah
berkecambah dikenal mengandung vitamin E dalam konsentrasi tinggi. Kekurangan
vitamin E pada manusia menyebabkan hemolisis eritrosit, yang dapat diperbaiki
dengan pemberian tambahan vitamin E.
·
Vitamin K
Sumber
utama vitamin K adalah hati, sayuran daun berwarna hijau, kacang buncis, kacang
polong, kol dan brokoli. Semakin hijau daun-daunan semakin tinggi kandungan
vitamin K-nya. Bahan makanan lain yang mengandung vitamin K dalam jumlah lebih
kecil adalah susu, daging, telur, serealia, buah-buahan, dan sayuran lain.
Kekurangan vitamin K menyebabkan darah tidak dapat menggumpal, sehingga bila
ada luka atau pada operasi terjadi pendarahan.
b. Vitamin
Larut Air
·
Vitamin C
Pada umumnya hanya terdapat di dalam pangan nabati, yaitu
sayur dan buah terutama yang asam, seperti jeruk, nenas, rambutan, pepaya,
gandaria, dan tomat, vitamin C juga banyak terdapat di dalam sayuran
daun-daunan dan jenis kol. Defisit vitamin C memberi gejala-gejala penyakit
skorbut. Kerusakan terutama terjadi pada jaringan rongga mulut, pembuluh darah
kapiler dan jaringan tulang.
·
Vitamin B
Sumber
utama vitamin B adalah beras dan serealia. Defisit vitamin B menyebabkan
penyakit beri-beri.
2.
Air dan Cairan Tubuh
Tubuh
dapat bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan, tapi hanya beberapa hari
tanpa air. Air atau cairan tubuh merupakan bagian utama tubuh, yaitu 55-60%
dari berat badan orang dewasa atau 70% dari bagian tubuh tanpa-lemak (lean body
mass). Angka ini lebih besar untuk anak-anak. Pada proses menua manusia
kehilangan air. Kandungan air bayi pada waktu lahir adalah 75% berat badan,
sedangkan pada usia tua menjadi 50%. Kehilangan ini sebagian besar berupa
kehilangan cairan ekstraselular.
Kandungan
air tubuh relatif berbeda antarmanusia, bergantung pada proporsi jaringan otot
dan jaringan lemak. Tubuh yang mengandung relatif lebih banyak otot mengandung
lebih banyak air, sehingga kandungan air atlet lebih banyak daripada nonatlet,
kandungan air pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dan kandungan air
pada anak muda lebih banyak daripada orang tua. Sel-sel yang aktif secara
metabolik, seperti sel-sel otot dan visera (alat-alat yang terdapat dalam
rongga badan, seperti paru-paru, jantung, dan jeroan) mempunyai konsentrasi air
paling tinggi, sedangkan sel-sel jaringan tulang dan gigi paling rendah.
Air
mempunyai berbagai fungsi dalam proses vital tubuh, yaitu:
·
Pelarut zat-zat gizi yang diperlukan
tubuh dan mengangkut sisa metabolisme
·
Katalisator dalam berbagai reaksi
biologi dalam sel
·
Pelumas dalam cairan sendi-sendi
tubuh
·
Fasilitator pertumbuhan atau sebagai
zat pembangun
·
Pengatur suhu karena kemampuan air
menyalurkan panas
·
Peredam benturan dalam mata,
jaringan saraf tulang belakang, dan dalam kantung ketuban melindungi
organ-organ tubuh dari benturan.
3.
Mineral
Mineral
merupakan bagian dari tubuh dan memegang peran penting dalam pemeliharaan
fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara
keseluruhan. Kalsium, fosfor, dan magnesium adalah bagian dari tulang, besi
dari hemoglobin dalam seldarah merah, dan iodium dari hormon tiroksin. Di
samping itu mineral berperang dalam berbagai tahap metabolisme, terutama
sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim. Keseimbangan ion-ion mineral di
dalam cairan tubuh diperlukan untuk pengatur pekerjaan enzim-enzim,
pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu transfer ikatan-ikatan penting
melalui membran sel dan pemeliharaan kepekaan otot dan saraf terhadap
rangsangan.
Mineral
digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah
mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari antara lain
natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan sulfur. Fungsi dari
mineral makro berperan dalam keseimbangan cairan tubuh, untuk transmisi saraf
dan kontraksi otot, memberi bentuk (struktur) kepada tulang, dan memegang
peranan khusus di dalam tubuh.
Sedangkan
mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari antara lain besi, seng,
iodium, selenium, flour, molibdenum, dan kobal. Jumlah mineral mikro dalam
tubuh kurang dari 15 mg. Hingga saat ini di kenal sebanyak 24 mineral yang
dianggap esensial. Jumlah ini setiap waktu bisa berubah.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Protein, mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk mengatur
proses tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai
buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai
penangkal organisme yang bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat
masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam
proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain
yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses menua. Air diperlukan untuk
melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, seperti di dalam darah, cairan
pencernaan, jaringan, dan mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan
sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain proses tubuh. Dalam fungsi mengatur proses
tubuh ini, protein, mineral, air, dan vitamin
B. SARAN
Di dalam makalah ini, mungkin banyak sekali terdapat
kesalahan, baik dari segi penulisan ataupun pengertian. Maka dari itu, saya
selaku penulis memohon maaf dan meminta saran dan kritikan yang sifatnya
membangun agar dapat menjadi perbaikan untuk makalah-makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar