PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap mahluk hidup membutuhkan
makanan untuk mempertahankan kehidupannya, karena di dalam makanan terdapat
zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolisme,
sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan
kesehatan secara umum. Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya. Zat-zat tersebut digolongkan menjadi makronutrien yang
meliputi karbohidrat, lemak, dan protein serta mikronutrien yang meliputi
mineral dan vitamin. Pada lansia, kebutuhan gizi ini harus dipenuhi secara
adekuat untuk mengatasi proses menua, dan memperlambat terjadinya kemunduran
fisik. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kualitas fisik dan non
fisik yang keduanya saling berpengaruh, sehingga perlu mendapat perhatian yang
sama agar manusia selalu dalam kondisi keseimbangan yang baik. Salah satu upaya
untuk meningkatkan kualitas fisik dan non fisik adalah dengan peningkatan
Status Gizi, status kesehatan, dan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kesehatan. Dengan gizi, tubuh melakukan proses asimilsi dan mengambil manfaat
dari makanan atau bahan gizi, dan juga proses fisiologi dengan memanfaatkan
makanan untuk memenuhi kebutuhan fisiologi dari organisme. Gizi yang layak
dengan melakukan diet yang wajar dan memasak serta memproses makanan secara
sehat dapat memberikan jumlah yang cukup berkenaan dengan tenaga panas dan
berbagai bahan gizi untuk tubuh manusia, sambil menjaga keseimbangan antara
semua bahan gizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan fisiologi yang normal dari
tubuh dan menjaga badan tetap sehat.
Selama masa penambahan gizi,
hanya gizi yang seimbang yang dapat mencegah tubuh dari keadaan yang tidak
seimbang antara Yin dan Yang yang selanjutnya dapat mengarah kepada timbulnya
penyakit. Pemberian tambahan gizi hendaklah secara wajar dan menurut ilmu
pengetahuan ilmiah. Bila seseorang jatuh sakit, maka diperlukan untuk
memperoleh pengobatan; bila seseorang berada dalam keadaan sehat, maka perlu
untuk melakukan penjagaan terhadap penyakit. Oleh sebab itu, melakukan
pencegahan terhadap penyakit adalah sebagai masalah yang sangat mendasar dalam
hubungannya dengan pemeliharaan kesehatan. Karena melihat begitu pentingnya
masalah gizi ini, maka penulis merasa sangat perlu untuk kita dari kalangan
mahasiswa untuk mempelajarinya dan memahaminya, terlebih kita
sebagai mshasiswa yang bergelut di bidang biologi. Penulis berharap dengan
penulisdan makalah ini kita sebagai mahasiswa lebih memahami peran penting ilmu
gizi ini bagi kehidupan diri kita sendiri dan masarakat pada umumnya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Menjelaskan
beberapa istilah- istilah dalam ilmu gizi?
2.
Bagaimanakah
ruang lingkup gizi?
3.
Bagaimanakah
perkembangan ilmu gizi?
5.
Menjelaskan
pengaruh gizi dan kesehatan?
6.
Menjelaskan
akibat gizi kurang pada poses tubuh?
C.
Tujuan
Pembelajaran
1.
Untuk
mengetahui beberapa istilah- istilah
dalam ilmu gizi.
2.
Untuk
mengetahui ruang lingkup gizi.
3.
Untuk
mengetahui perkembangan ilmu gizi.
5.
Untuk
mengetahui pengaruh gizi dan kesehatan.
6.
Untuk
mengetahui akibat gizi kurang pada proses tubuh
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Istilah-
istilah dalam Ilmu Gizi
Beberapa Istilah Dalam
Ilmu Gizi, antara lain, sebagai berikut:
a.
Ilmu
Gizi (Nutrition Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang
makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata "gizi" berasal dari bahasa Arab Ghidza, yang berarti "makanan". Di satu sisi ilmu
gizi berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia.
b.
Zat
Gizi (Nutrients)
adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur
proses-proses kehidupan.
c.
Makanan adalah bahan
selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ ikatan kimia
yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasuk-kan ke
dalam tubuh.
d.
Pangan adalah istilah
umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
e.
Bahan makanan adalah makanan
dalam keadaan mentah. Dalam bahasa Inggrisnya hanya digunakan satu kata untuk
menyatakan kata makanan, pangan, dan bahan makanan, yaitu food.
f.
Status gizi adalah keadaan
tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan
antara status gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.
Secara
klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk
menyediakaan energi, membangun, dan memelihara jaringan tubuh, serta mengatur
proses-proses kehidupan dalam tubuh. Tetapi, sekarang kata gizi mempunyai
pengertian lebih luas; di samping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan
potensi ekonomi seseorang, karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak,
kemampuan belajar, dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, di Indonesia yang
sekarang sedang membangun, faktor gizi disamping faktor-faktor lain dianggap
penting untuk memacu pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan
sumber daya manusia yang berkualitas.
B.
Ruang
Lingkup Gizi
Apabila dikaji pengertian ilmu
gizi lebih mendalam, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkupnya cukup luas.
Perhatian ilmu gizi dimulai dari cara produksi pangan (agronomi dan
peternakan); perubahan-perubahan yang terjadi pada tahap pascapanen dari mulai
penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan; konsumsi makanan; dan
cara-cara pemanfaatan makanan oleh tubuh dalam keadaan sehat dan sakit. Oleh
karena itu, ilmu gizi sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu agronomi,
peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan
kedokteran. Karena konsumsi makanan dipengaruhi oleh kebiasaan makan, perilaku
makan, dan keadaan ekonomi maka ilmu gizi juga berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial
seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan ekonomi.
C.
Perkembangan
Ilmu Gizi
Titik tolak
perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad
pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dan
ke-20. Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu evolusi.
Disini para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan dikenal
sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi.
Di abad-abad sebelum masehi
filosof Junani bernama Hippocrates (460-377 SM), yang dikenal sebagai Bapak
Ilmu Kedokteran, dalam salah satu tulisannya berspekulasi tentang peran makanan
dalam “pemeliharaan kesehatan dan penyembuhan penyakit” yang menjadi dasar
perkembangan ilmu dietetika yang belakangan dikenal dengan “Terapi
Diit’
Memasuki abad ke-16 berkembang
doktrin bukan saja pemeliharaan kesehatan yang dapat dicapai dengan
pengaturan makanan tetapi kemudian berkembang juga tentang hubungan
antara makanan dan panjang umur. Misalnya Cornaro, yang hidup lebih dari 100
tahun (1366-1464) dan Francis Bacon (1561-1626) berpendapat bahwa “makan
yang diatur dengan baik dapat memperpanjang umur”. Memasuki abad ke-17 dan
ke-18, tercatat berbagai penemuan tentang sesuatu yang dimakan (makanan)
yang berhubungan dengan kesehatan semakin banyak dan jelas, baik yang
bersifat kebetulan maupun yang dirancang yang kemudian mendorong berbagai ahli
kesehatan waktu itu untuk melakukan berbagai percobaan.
Pada Abad ke-18 berbagai penemuan
ilmiah dimulai, termasuk ilmu-ilmu yang mendasari ilmu gizi. Satu diantaranya
yang terpenting adalah penemuanadanya hubungan antara proses pernapasan yaitu
proses masuknya O2 ke dalam tubuh dan keluarnya CO2, dengan proses pengolahan
makanan dalam tubuh oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794).
Lavoisier bersama seorang
ahli fisika Laplace merintis untuk pertama kalinya penelitian kuantitatif mengenai
pernapasan dengan percobaan binatang (kelinci). Oleh karena itu Lavoisier
selain sebagai Bapak Ilmu Kimia, dikalangan ilmuwan gizi dikenal juga
sebagai Bapak Ilmu Gizi Dunia.
Penemuan Ilmu-Ilmu yang mendasari
terbentuknya Ilmu Gizi itu diantaranya :
1)
Tahun 1687 = Penetapan standar makanan. Dimana
penetapan ini mengatur tentang makanan yang baik untuk tubuh dan yang
tidak baik untuk tubuh.
2)
Dr.
lind (1747) menemukan jeruk manis untuk menanggulangi sariawan / scorbut,
belakangan diketahui jeruk manis banyak mengandung vitamin C. Sehingga Vitamin
C dikenal juga sebagai pencegah Sariawan/Scorbut.
3)
Suster
Florence Nightingale (1854 ) menyimpulkan penderita-penderita akibat perang
yang merupakan pasiennya, dalam hal Pemberian makanan kepada pasien harus sesuai
dengan kebutuhan pasien untuk mempercepat proses penyembuhannya. Suster
Florence Nightingale dikenal juga sebagai Tokoh Keperawatan Dunia
4)
Liebig
(1803-1873) Analisis Protein, KH dan Lemak. Yang merupakan Komponen utama
penghasil energi tubuh.
5)
Vait
(1831-1908), Rubner (1854-1982), Atwater (1844-1907), Lusk (1866-1932) dikenal
sebagai Pakar dalam pengukuran energi dengan kalorimeter. (kkal)
6)
Hopkin
(1861-1947), Eljkman (1858-1930) = perintis penemuan vitamin dan membedakannya
vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
7)
Mendel
(1872-1935), Osborn (1859-1929)= penemuan vitamin dan analisis kualitas
protein. Memperjelas posisi vitamin dalam makanan dan peranannya dalam tubuh
manusia serta kualitas protein yang dilihat dari struktur yaitu asam
amino yang essensial maupun yang non essensial.
8)
Pada
abad ke 20 Mc Collum, Charles G King = melanjutkan penelitian vitamin kemudian
terus berkembang hingga muncul “ SCIENCE of NUTRION. Adalah Suatu
cabang ilmu pengetahuan kesehatan (kedokteran) yang berdiri sendiri yaituIlmu
Gizi adalah Ilmu pengetahuan yang membahas sifat-sifat nutrien yang terkandung
dalam makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila
terdapat kekurangan zat gizi, ( Soekirman, 2000),
Dalam perkembangan selanjutnya
permasalahan gizi mulai bermunculan secara kompleks yang tidak dapat
ditanggulangi oleh para ahli gizi dan sarjana gizi saja, sehingga
muncul Ilmu gizi yang menurut komite Thomas dan Earl (1994)
adalah “The NUTRITION SCIENCES are the most interdisciplinary of all
sciences”. Yang arti bebasnya menyatakan bahwa ilmu gizi merupakan
ilmu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
D.
Fungsi
Zat Gizi
Memberi energi (zat
pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik
yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk
melakukan kegiatan/aktivitas.
Pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein,mineral dan air, diperlukan untuk
membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan
mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya
memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme
yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi,
fungsi normal saraf dan otot serta
banyak proses lain yang terjadi
dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan,
jaringan, mengatur suhu tubuh, peredara ndarah,
pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.
Zat
gizi dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu berdasarkan fungsi,
berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh dan berdasarkan sumbernya:
1.
Berdasarkan fungsi
a.
Zat gizi sebagai sumber energi
Zat
gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah
karbohidrat , lemak dan protein. Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan
energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat
dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di
dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi
tersebut adalah lemak.
b.
Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk
sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini
maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi
ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan
mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini
adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber
dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
c.
Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Proses
metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk
itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di
dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang
terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik. Zat gizi yang berfungsi untuk
mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan
protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral
dan vitamin.
2.
Berdasarkan jumlah
Berdasarkan
jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:
Zat
gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan
gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak
dan protein.
b.
Zat gizi mikro
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh
dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk
kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan
satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.
3.
Berdasarkan Sumber
a.
Zat gizi hewani
Zat
gizi hewani adalah zat gizi yang berasal dari hewan,
b.
Zat gizi nabati
Zat
gizi nabati adala zat gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Gangguan Gizi Terhadap Fungsi Tubuh
Gangguan
gizi disebabkan oleh faktor primer dan sekunder. Faktor primer adalah bila
susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan atau kualitas yang
disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan, kurang baiknya distribusi pangan,
kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan makan yang salah, dan sebagainya. Faktor
sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di
sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi.
E.
Gizi
dan Kesehatan
Selama masa penambahan gizi,
hanya gizi yang seimbang yang dapat mencegah tubuh dari keadaan yang tidak
seimbang antara Yin dan Yang yang selanjutnya dapat mengarah kepada timbulnya
penyakit. Pemberian tambahan gizi hendaklah secara wajar dan menurut ilmu
pengetahuan ilmiah. Bila seseorang jatuh sakit, maka diperlukan untuk
memperoleh pengobatan; bila seseorang berada dalam keadaan sehat, maka perlu
untuk melakukan penjagaan terhadap penyakit. Oleh sebab itu, melakukan
pencegahan terhadap penyakit adalah sebagai masalah yang sangat mendasar dalam
hubungannya dengan pemeliharaan kesehatan.
Gizi yang sehat dan seimbang dan
gaya hidup yang diperbaiki akan dapat mengatur dan meningkatkan kekebalan
tubuh. “Buatlah hidup ini menjadi bahagia dengan memelihara kesehatan”. Dengan
melakukan diet secara aktif untuk perawatan kesehatan dalam rangka melakukan
pencegahan terhadap penyakit maka akan dapat diperoleh kondisi kesehatan dari
gizi yang dikonsumsi sehingga dapat meningkatkan mutu dari kehidupan.
Menjaga agar keadaan gizi tetap
berada dalam keseimbangan yaitu makan dengan disertai adanya pengendalian
dengan teliti berkenaan dengan makanan yang disukai dan yang tidak
disukai.
Sebagai kunci pokok dalam
hubungannya dengan kebiasaan makan adalah menjaga jangan sampai makan secara
berlebihan sehingga kekenyangan, makan disertai adanya sayur-sayuran, tidak
memakan makanan yang dimasak sampai kelewat matang, makan secara tidak
tergesa-gesa, makanan yang memiliki rasa yang ringan, makanan masih dalam
kondisi yang segar; memiliki keragaman, dengan kondisi yang sejuk, terdapat
pemisahan, disertai dengan pematangan. Hanya dengan cara demikian seseorang
akan dapat memiliki badan yang sehat disertai dengan kehidupan yang penuh
semangat dan percaya diri.
F.
Akibat
Gizi Kurang pada Proses Tubuh
Akibat
kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung pada zai-zat gizi apa yang kurang.
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) itu
dapat menyebabkan gangguan pada proses-proses:
a.
Pertumbuhan
Anak-anak
tidak tumbuh menurut potensialnya. Protein digunakan sebagai zat pembakar,
sehingga otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Anak-anak yang
berasal dari tinggkat sosial ekonomi menengah keatas rata-rata lebih tinggi
daripada yang berasal dari keadaan sosial ekonomi rendah.
b.
Produksi
tenaga
Kekurangan
energi berasal dari makanan, menyebabkan seseorang kekurangan tenaga untuk
bergerak, bekerja , dan melakukan aktivitas. Orang menjadi malas, merasa lemah,
dan produktivitas kerja menurun.
c.
Pertahanan
tubuh
Daya
tahan terhadap tekanan atau stress menurun. Sistem imunitas dan antibody
berkurang, sehingga orang mudah terserang infeksi.
d.
Struktur
dan fungsi otak
Kurang
gizi pada anak usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan menta dan
kemampuan berfikir.
e.
Perilaku
Baik
anak-anak maupun dewasa yang kurang gizi menunjukkan perilaku tidak tenang.
Mereka mudah tersinggung, cengeng, dan apatis.
Akibat Gizi Lebih pada
Proses Tubuh
Gizi
lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energy yang dikonsumsi
disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu
faktor risiko dalam terjadinya berbagai peyakit degenerative.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Beberapa
Istilah Dalam Ilmu Gizi, antara lain, sebagai berikut: Ilmu Gizi (Nutrition Science), Zat Gizi (Nutrients), Makanan, Pangan,
Bahan makanan, Status gizi.
2.
Ruang
Lingkup Gizi: Perhatian ilmu gizi dimulai dari cara produksi pangan (agronomi
dan peternakan); perubahan-perubahan yang terjadi pada tahap pascapanen dari
mulai penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan; konsumsi
makanan; dan cara-cara pemanfaatan makanan oleh tubuh dalam keadaan sehat dan
sakit.
3.
Perkembangan
ilmu gizi: Titik tolak perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba
dan pada abad pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad
ke-19 dan ke-20. Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu
evolusi. Disini para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan
dikenal sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi.
4.
Fungsi
zat gizi, yaitu memberi energi, Pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan tubuh (zat pembangun), Mengatur proses tubuh (zat pengatur).
5.
Akibat
Gizi Lebih pada Proses Tubuh: Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas.
Kelebihan energy yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak.
Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dalam terjadinya berbagai peyakit
degenerative.
B.
Saran
Secara klasik kata gizi
dihubungkan dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakaan energi, membangun,
dan memelihara jaringan tubuh, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam
tubuh. Oleh karena itu, kita mesti menjaga pola makanan kita dengan gizi yang
baik, sehingga tubuh tetap sehat.
Almatsier Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
Referensi Website:
Aprilina, Windy. 2013.
Pengenalan Ilmu Gizi.
http://windyaprilina.blogspot.com/2013/04/pengenalan-ilmu-gizi.html.(Diakses tanggal 18
Mei 2013).
Biologi. 2012. Materi Ilmu Gizi. http://amybiologi.blogspot.com/2012/03/materi-ilmu-gizi-pengenalan-ilmu-gizi.html.
(Diakses
tanggal 18 Mei 2013).
Drias, Nurdin. 2012. Pengenalan Ilmu Gizi. http://driashealty.blogspot.com/2012/10/pengenalan-ilmu-gizi.html.
(Diakses
tanggal 18 Mei 2013).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar